Categories: GAGASANOPINI

Musa As dan Seorang Gembala

SUATU ketika, Musa berjalan di sebuah lembah pegunungan. Nabi Musa as terusik oleh seorang gembala yang sedang khusuk berdoa dengan suara yang keras. Di dalam doanya, gembala itu mengatakan bahwa ia ingin menjumpai Tuhan, membawakan-Nya semangkuk sop, menyisir rambut-Nya, membasuh kaki-Nya dengan air susu dan membersihkannya. Mendengar doa sang gembala ini, Nabi Musa menegur dan mengatakan bahwa dia sesungguhnya tidak berdoa kepada Tuhan tuli. Karena itu tidak usah berteriak-teriak seperti itu.

Tuhan adalah zat Maha Agung dan tak terjangkau oleh persepsi manusia. Nabi Musa menyuruhnya berdoa seperti yang dilakukan kebanyakan orang. Ia harus berdoa dengan suara yang lembut dan khusuk, karena Tuhan Maha mendengar segala permintaan hamba-Nya. Demikian Nabi Musa menegur gembala itu. Gembala itu pulang dengan hati yang terluka.

Setelah peristiwa itu, selama beberapa hari kemudian, Nabi Musa tidak lagi menerima Wahyu, dan Tuhan tidak pernah lagi menyapanya. Nabi Musa merasa gelisah dan khawatir. Ia bertanya-tanya dalam hatinya, mengapa Tuhan tak juga menyapa dan menurunkan wahyu kepadanya.

Setelah beberapa lama, justru wahyu berupa teguran turun. Tuhan menegur Nabi Musa karena sikapnya yang keras kepada si gembala. Tuhan menjelaskan, gembala itu berdoa kepada-Nya dengan cara terbaik yang ia ketahui. Itu bahasa cinta dan rindu seorang gembala. Gembala itu memersepsi Tuhan sesuai dengan pikiran dan perasannya. Seperti itulah Tuhan dalam benaknya. Doanya benar-benar sempurna, tak ada bedanya dengan cara Nabi Musa berdoa kepada-Nya.

Bahasa cinta itu berbeda antara satu dengan yang lain. Banyak hal yang mempengaruhinya; tingkat pengetahuan, strata sosial, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, Rasul Saw menyabdakan, “خاطب الناس على قدر عقولهم” (bicaralah kepada manusia sesuai dengan kemampuan intelektualnya).

Yang menarik dari cerita di atas betapa seorang nabi seperti Musa yang senantiasa berdialog dengan Tuhan terkadang bisa keliru memahami bahasa hati seorang pecinta Ilahi, bisa salah mengartikan keakraban seorang yang dimabuk rindu dengan Tuhan.

Ada satu kaedah prinsip di sini yang harus diingat, di dalam cinta, kata-kata hanyalah bungkus luar yang tidak memiliki makna apa-apa. “Kami tidak memperhatikan keindahan kata-kata atau komposisi kalimat. Yang Kami perhatikan adalah lubuk hati yang paling dalam dari orang itu. Dengan cara itulah Kami mengetahui ketulusan makhluk Kami walaupun kata-kata mereka bukan kata-kata yang indah. Buat mereka yang dibakar dengan api cinta, kata-kata tidak mempunyai makna”.

Sungguh benar sabda Rasul-Mu, إن الله لا ينظر إلى صوركم ولا الى أجسامكم ولكن ينظر إلى قلوبكم (Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat kepada bentuk rupa kamu, dan juga kepada badan kamu, tapi melihat kepada hati kamu)

Kalau Nabi Musa as bisa keliru, apatah lagi kita? Subhanallah! Wallahu a’lam

SALAHUDDIN SOPU

Dosen Pemikiran Islam UIN Alauddin Makassar

Recent Posts

Spanyol “La Masia”  dan Taman Budaya Mandar dan Museum Sulawesi Barat

ADA satu adegan yang terus terngiang setelah final Piala Dunia 2026 usai kemarin. Bukan gol…

15 jam ago

Perkuat Ekonomi Nelayan dan Perempuan Pesisir Polman, KNTI dan ITBM Gelar FGD Peluang Bisnis Adaptif

POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Polewali Mandar bekerja sama dengan Institut Teknologi…

16 jam ago

Menag Perkuat Sistem Merit, Manajemen Talenta Jadi Kunci Pengembangan SDM Kemenag

Jakarta,Tayang9—Kementerian Agama kembali menggelar rutinitas Breakfast Meeting. Kali ini mengulas tentang Persiapan Implementasi Manajemen Talenta,…

19 jam ago

Usai Tugas di Jakarta, Bupati Arsal Aras Kembali ke Mamuju Tengah dan Nobar Final Piala Dunia Bersama Ribuan Warga

Mateng, Tayang9.com – Usai menuntaskan agenda pemerintahan di Jakarta, Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, langsung…

2 hari ago

Pemkab Mamuju Tengah Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Desa Kabubu

Mateng, Tayang9.com – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran…

3 hari ago

Musik dan Psikologi dalam Pengembangan Kognitif Talenta Muda

MUSIK merupakan salah satu bentuk ekspresi manusia yang tidak hanya menghadirkan pengalaman estetis, tetapi juga…

3 hari ago