JAKARTA, Tayang9 — Pada Momentum Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Kementerian Agama mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk memaknai kemerdekaan.
Kepala Biro SDM Kemenag RI, Muhammad Zain menjelaskan bahwa peringatan Hari Ulang Tahun (HUT RI) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan memperkuat persatuan dalam keberagaman serta meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pesan peringatan kemerdekaan, Muhammad Zain menegaskan bahwa kemajemukan merupakan kekuatan utama bangsa Indonesia. Keragaman etnik, agama, budaya, dan bahasa bukan alasan untuk terpecah, melainkan fondasi yang memperkokoh keindonesiaan.
“Bhinneka Tunggal Ika—unity in diversity. Kita bersatu dalam keragaman,” demikian pesan Kabiro SDM setelah upacara di Kantor Keemenag RI, Lapangan Banten, Jakarta, (17/08/2026).
Zain mengajak seluruh masyarakat untuk terus merajut keragaman dan merayakan kemajemukan. Indonesia dinilai menjadi kuat justru karena memiliki perbedaan yang beragam.
Selain keberagaman, lanjutnya, capaian kerukunan antarumat beragama juga menjadi bagian penting dalam peringatan kemerdekaan tahun ini. Kerukunan disebut sebagai modal utama dalam membangun bangsa karena masyarakat yang hidup rukun dan damai akan memperkuat persatuan serta ketahanan NKRI.
“Kerukunan itu adalah modal utama kita di dalam membangun. Kita rukun, kita damai, kita kuat sebagai bangsa, NKRI,” tuturnya kepada awak media.
Ia juga mengingatkan ASN agar tidak memaknai kemerdekaan sebatas seremonial belaka. Kemerdekaan harus diisi melalui kontribusi nyata dalam pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Sebagai ASN, masih Zain, setiap aparatur didorong untuk bekerja dengan produktivitas dan kinerja tinggi, sekaligus menjunjung ketulusan, integritas, serta semangat inovasi.
“Berkinerja tinggi, tulus, ikhlas, berintegritas, berinovasi adalah kunci untuk mengisi kemerdekaan,” imbuhnya.
ASN Diminta Adaptif di Era Kecerdasan Buatan
Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menjadi perhatian. Kabiro SDM menilai transformasi teknologi telah memasuki hampir seluruh aspek kehidupan sehingga ASN dituntut terus memperbarui kapasitas dan kompetensi.
ASN tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan yang dimiliki saat ini. Pembaruan pengetahuan dan kompetensi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu mengikuti perubahan zaman.
“Kita sebagai ASN sejatinya meng-update diri kita, kapasitas kita, kompetensi kita. Dan mari kita terus memperbarui day to day kinerja kita, kompetensi kita,” tegas Zain.
Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, menurutnya, perlu berjalan beriringan dengan penguatan integritas. Di tengah era post-truth, kepercayaan publik menjadi modal penting bagi birokrasi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, ASN Kementerian Agama diharapkan mampu membangun masyarakat yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi terhadap institusi pemerintah melalui pelayanan yang berkualitas, kinerja yang konsisten, dan integritas yang terjaga.
Dengan semangat kemerdekaan ke-81, Kementerian Agama berharap Indonesia terus tumbuh sebagai bangsa yang aman, sejahtera, adil, dan makmur.
“Insyaallah, semoga Indonesia menjadi baldatun tayyibatun wa rabbun ghafur, negeri yang aman, sejahtera, adil, dan makmur.” pungkasnya.
Pesan tersebut ditutup dengan ajakan untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan melalui pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81
SISA sepekan lagi, tepatnya Selasa, 25 Agustus 2026, masyarakat Rumpun Poralle Salabose, Kabupaten Majene, kembali…
KEPADAMU para pemimpin politik dan pemimpin birokrasi, selamat merdeka di hari kemerdekaan ini. Bagaimana kabar…
DI tengah gaya hidup konsumtif, pragmatis yang lebih sering mendahulukan nilai maslahat individual, dibanding nilai…
MATENG, Tayang9.com — Jembatan Merah Putih Presisi di Dusun Sikamase, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah,…
MATENG, Tayang9.com — Memasuki musim kemarau yang berpotensi memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan…
ADAT merupakan salah satu pilar utama yang membentuk identitas suatu masyarakat. Dalam perspektif antropologi, adat…