DALAM dompet, siang itu wajah-wajah itu berdialog. Dalam dialognya terdengar jelas mereka sedang adu mulut dan silang pendapat.
Kaco yang mendengar dengan seksama pembicaraan mereka di dalam dompet itu terenyuh dan seketika menangis, betapa tidak, satu diantara mereka yang terhitung doi’ kamenang keccu’ ada di dalam dompet itu berdiri dan dengan tegas berbicara kepada doi’ kaiyyang,
“Siruami mie’ damo sangga’ pe’canga canga wandamo diting, pepeitai lao matammu, gara-gara ita’mo tu’u di’e namenjari ma’di sannal tomerrupa gengge dini di linoe”.
Mendengar itu, semua wajah di dalam dompet itu berubah kusut, murung dan lalu menangis seraya memohon pertaubatannya diterima disisi Tuhan, karena sadar ulah merekalah lino menjari teramat sangat kacau, ruwet dan menciptakan para togengge. [mst]
POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan pemetaan partisipatif tenurial…
POLMAN, Tayang9 – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar membagikan masker kepada pengguna jalan…
POLMAN, Tayang9 – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan dalam…
POLMAN, Tayang9 – Polres Polewali Mandar (Polman) bersama Polsek Tinambung lakukan pengamanan kegiatan Maulid Nabi Muhammad…
POLMAN, Tayang9 – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima unit mobil terjadi di Jalan Poros…
MAMUJU, Tayang9 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) menghadirkan layanan Perpustakaan…