Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Melalui FGD, FISPA Sulbar Dorong Pencegahan Radikalisme

Mamuju – Tayang9 – Forum Internalisasi Perspektif Berbangsa Sulawesi Barat (FISPA Sulbar) menggelar kegiatan Focus Group Discussion, bertema Peningkatan kerja ormas dan peran pengurus masjid untuk mencegah radikalisme dan politik yang mengatasnamakan agama,di D’Maleo Hotel Mamuju, Rabu, 23/12/19.

Kegiatan ini dihadiri lintas ormas Islam. Hadir dalam pemateri tersebut yakni, pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Mamuju Dr. Jurairi Tahir, wakil ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Mamuju, Nur Salim Ismail, Kepala seksi (Kasi) Kepenghuluan dan Bina KUA Kanwil Kemenag Sulbar Syamsumarlin.

Wakil ketua MUI kabupaten Mamuju, Nur Salim Ismail mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut diharap dapat mendorong program penguatan kapasitas takmil atau marbut masjid dari institusi lembaga pendidikan yang menjadi fokus kedepan di tahun 2020.

“Kita sama-sama menyorot dan manjadikan fokus itu, menjadi hal yang diseriusi dalam moderasi beragama dalam hal bagaimana mencegah infiltrasi terhadap tindakan-tindakan intoleran,” jelasnya.

Nursalim menyebut ada dua aspek penting, dalam merevitalisasi sekaligus mencegah tindakan radikal dan intoleran.

“Itu tadi yang saya katakan, dua aspek penting yakni dalam hal pendidikan, dan penguatan kapasitas para takmil masjid,” ungkapnya.

Pengurus DMI Kabupaten Mamuju, Dr. Jurairi Tahir, berharap diskusi berlangsung berjalan interaktif. Menurutnya, segmentasi apapun, baik agama dan politik dan sosial pribadi harus pandai bergaul yang menentukan posisi di masyarakat dalam menjalin hubungan antara sesama.

“Mungkin pandangannya saya paling tertua diruangan ini sehingga saya diamanahi untuk mengawali kegiatan ini. Tetapi mari kita sharing bersama apa yang kita pahami. Karena menurut saya orang yang jarang diskusi, jarang sharing kehidupannya akan tidak bagus atau kaku orangnya,” ujar Jurairi Tahir saat membuka kegiatan diskusi.

Ketua Panitia, Muh. Iksan Hidayah mengatakan, dialog kebangsaan itu adalah merupakan hasil dari diskusi terkait maraknya Organisasi Masyarakat (Ormas) yang diduga terpapar radikalisme di Mamuju.

“Semoga dengan adanya diskusi ini, dapat melahirkan pemikiran-pimikiran yang dapat mencegah radikalisme. Apalagi bukan menjadi rahasia umum, jumlah kaum milineal yang terpapar radikalisme di Sulbar, seperti yang dimuat di media,” terangnya.(adr/ir/FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Recent Posts

Pemetaan Tenurial, Upaya Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional

POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan pemetaan partisipatif tenurial…

23 jam ago

Peduli Dampak Kabut Asap, Sat Lantas Polres Polman Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

POLMAN, Tayang9 – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar membagikan masker kepada pengguna jalan…

1 hari ago

Bupati Polman Dorong Guru Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi dalam Pembelajaran

POLMAN, Tayang9 – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan dalam…

2 hari ago

Maulid Nabi dan Haul Syekh KH. Muhammad Shaleh di Pambusuang Berlangsung Kondusif

POLMAN, Tayang9 – Polres Polewali Mandar (Polman) bersama Polsek Tinambung lakukan pengamanan kegiatan Maulid Nabi Muhammad…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun Libatkan Lima Mobil di Wonomulyo Polman, Tiga Orang Luka-luka

POLMAN, Tayang9 – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima unit mobil terjadi di Jalan Poros…

2 hari ago

Perpusip Sulbar Hadirkan Perpustakaan Keliling di Tapak Budaya: Teras Literasi dan Pameran Sekomandi

MAMUJU, Tayang9 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) menghadirkan layanan Perpustakaan…

2 hari ago