POLMAN, TAYANG9 – Langit persawahan Katitting, Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, dipenuhi ratusan warna layang-layang, Selasa 18 Agustus 2026). Sebanyak 43 layang-layang dari Desa Lekopadis ambil bagian dalam Lomba Layang-Layang Tradisional jenis La’layang Lake itu diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Muhammad Tanwir Sekretaris Panitia Penyelenggara yang juga aparatur Desa Lekopadis kepada media mengatakan, tahun ini, lomba khusus mempertandingkan layangan khas Mandar jenis La’layang Lake yang sarat nilai budaya. Peserta berasal dari berbagai dusun di Desa Lekopadis dan dibagi dalam lima kelompok terbang (kloter).
“Penilaian dilakukan berdasarkan kearifan lokal dengan dua kategori utama, yakni tapppa, atau keserasian warna, keunikan model, kerumitan desain, dan keindahan layangan. Serta pekke’de’na yakni kemampuan layangan bertahan stabil dan anggun di langit dalam waktu tertentu,” ujar Muhammad Tanwir.
Lanjut dikatakan Muhammad Tanwir, alasan pemilihan lokasi di Katitting yang berada di luar wilayah Desa Lekopadis, dikarenakan lahannya yang luas dan aman untuk menerbangkan layangan dan tidak mengganggu aktivitas lain warga yang lalu lalang.
“Alhamdulillah, 43 peserta hadir dan dibagi dalam lima kloter sehingga tertib. Harapan kami ke depan kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dan la’layang lake juga mendapatkan tempat khusus di hati masyarakat Mandar sebaai salah satu item permainan rakyat yang baik dan diharapkan semakin bisa dikenal luas,” katanya.
Sementara itu, Andi Parden ketua panitia kegiatan juga menegaskan, kegiatan yang diselenggarakan oleh pihak Desa Lekopadis itu bukan sekadar perlombaan, tetapi juga upaya melestarikan budaya sekaligus mempererat silaturahmi warga.
“Kita sengaja pilih la’layang lake, karena ini merupakan warisan karya kreatif budaya kita. Lewat penilaian Tapppa dan Pekke’de’na, kita ajarkan generasi muda bahwa merdeka itu juga menjaga seni dan jati diri dan kita dapat mengambil pelajar yang filosofis terkait tappa anna pekke’de,” ujar Andi Parden yang juga merupakan aparatur Desa Lekopadis ini.
Lomba berlangsung meriah dan itu tampak atas kehadiran sejumlah warga yang cukup antusias menyaksikan lomba yang dihelar sejak pagi hingga sore hari. Para juara tiap kategori menerima piala dan sejumlah barang yang bernilai serta bisa dipakai dalam kehidupan keseharian warga.
Baik Muhammad Tanwir maupun Andi Parden sama mengatakan, semangat kemerdekaan penting untuk dipadukan dengan budaya lokal. Agar perayaan HUT RI ke 81 bukan hanya hiburan, tetapi juga simbol persatuan dan kebanggaan masyarakat Mandar.
MAMUJU, TAYANG9 - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat Mustari Mula…
BETUL memang mungkin kebanyakan kita kini secara fisik sudah merdeka. Tetapi tak berarti perjuangan telah…
JAKARTA, Tayang9 — Pada Momentum Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, Kementerian Agama mengajak seluruh aparatur…
SISA sepekan lagi, tepatnya Selasa, 25 Agustus 2026, masyarakat Rumpun Poralle Salabose, Kabupaten Majene, kembali…
KEPADAMU para pemimpin politik dan pemimpin birokrasi, selamat merdeka di hari kemerdekaan ini. Bagaimana kabar…
DI tengah gaya hidup konsumtif, pragmatis yang lebih sering mendahulukan nilai maslahat individual, dibanding nilai…