POLMAN, TAYANG9 – Dinas sosial Kabupaten Polewali Mandar diminta transparan dalam melakukan verifikasi data penerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Begitu harapan yang diungkap
Saddan Husen, Ketua Dewan Pengurus Kecamatan Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPK KNPI) Campalagian, Selasa 19 Mei 2020 dalam rilisnya yang dikirim ke media.
Dikatakannya, data penerima BST dari Dinas Sosial kurang merata di setiap desa, bahkan ada juga yang tidak terakomodir sebagaimana data dari desa.
“Ada beberapa kasus tidak terakomodirnya data termasuk yang terjadi di desa dalam wilayah Kecamatan Campalagian,” tutur Adam Bidong sapaan karibnya.
Karenanya menurut dia, verifikasi data penerima BST di Dinas Sosial seharusnya bisa lebih transparan dan terbuka.
“kasihan pemerintah desa akan menjadi sorotan di kalangan masyarakatnya. Terlebih mereka sudah memasukan data kemiskinannya melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menjadi penerima BST. Tapi ternyata data itu terkesan tidak begitu dihiraukan oleh Dinas Sosial,” tegas Adam Bidong.
Lebih jauh ia berharap, kiranya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Polewali Mandar memberikan perhatiannya terhadap penerimaan BST itu.
“Kami berharap DPRD Polewali Mandar agar secara khusus melakukan pengawalan permasalahan ini agar tidak terjadi kekisruan di kalangan masyarakat karena tidak validnya data ini,” kunci Adam Bidong. [rilis/**]
POLMAN, TAYANG9 - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) menyiapkan 50 kuota beasiswa pendidikan bagi…
POLMAN, TAYANG9 - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI, Kodim 1402/Polman menggelar aksi tanam…
MAMUJU, TAYANG9 — Sejarah pembentukan Provinsi Sulawesi Barat kembali diangkat melalui kegiatan Bedah Buku Api…
JAKARTA, Tayang9— Kementerian Agama melantik dan mengambil sumpah jabatan 128 Pegawai Negeri Sipil yang diangkat…
POLMAN, TAYANG9 — Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten…
MATENG – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) melepas sejumlah siswa peserta Program Sekolah…