Hari Kesaktian Pancasila, Jangan Lupa Bahagia

PANCASILA adalah ideologi negara yang sudah final bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tergali dan terkristalisasi dari nilai-nilai luhur yang dan jiwa bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke dari Miangas hingga pulau Rote.

Hari ini tepat 01 Oktober 2019, nyaris bertepatan dengan sejumlah aksi yang juga meluber hampir disemua penjuru tanah air. Aksi demonstrasi menyoal dan menggugat nilai-nilai kebangsaan yang kini dinilai telah salah terjemahkan melalui sejumlah regulasi dan rancangan regulasi yang baru dan bakal dilahirkan sebagai seperangkat aturan yang akan mengikat itu.


Lima puluh empat tahun telah berlalu. Saat itu enam perwira tinggi dan satu perwira menengah TNI Angkatan Darat menjadi korban dalam Gerakan 30 September 1965. Karenanya, sehari sebelum hari Kesaktian Pancasila, tanggal 30 September 2019 bendera berkibar setengah tiang sebagai momentum untuk kembali mengenang kebengisan G30 S/PKI yang menjadi penyebab gugurnya tujuh Pahlawan Revolusi. Dan setelahnya, tanggal 1 Oktober 2019 pagi, bendera berkibar satu tiang penuh.

Ini bukan narasi dan wacana belaka, tetapi inilah realitas yang menyejarah dan mengajari kita, betapa menakutkannya bahaya laten dari upaya pembelotan Pancasila sebagai ideologi nasional kita. Dan disekitar peringatan hari Kesaktian Pancasila yang dilaksanakan hari ini, negara Pancasila ini telah banyak kali melewati sejumlah ujian, dan kini seakan kembali diuji dengan gelombang aksi demontrasi yang tak kunjung surut lantaran kebijakan yang dinilai dan bahkan ditakutkan salah urus.


Sejumlah korban telah berjatuhan, bahkan terakhir seorang ibu hamil di Kendari juga menjadi korban kena tembak di kamarnya oleh peluru yang diduga berasal dari lokasi aksi demontrasi yang berjarak beberapa kilo dari rumahnya. Begitu laporan jurnalistik sejumlah media online di gawai kita hari ini.

Bahkan kini, sebagaimana dilaporkan media, tuntutan akhirnya menjadi bertambah, semula hanya berkutat pada regulasi dan rancangan sejumlah regulasi, tetapi akhirnya bertambah diseputar menyoal model penanganan aksi demonstrasi yang dinilai represif.

Pertanyaannya kini, adakah pelajaran Pendidikan Moral Pancasila ini masih melekat nancap dalam jiwa kita, juga pada mahasiswa dan pada jiwa para aparat dan bahkan juga pada jiwa para pejabat dan pemimpin pengambil kebijakan di lembaga-lebaga negara yang terhormat itu?

Padahal siapapun anak negeri yang lahir ditengah peradaban bangsa yang begitu baik, mulia pula indah dalam keberagaman ini, sama memahami dan juga, semoga masih meyakini betul bahwa Pancasila sungguh adalah ideologi final. Ideologi yang mesti menjadi filsafat hidup ditengah kebangsaan kita yang kini diserang beragam ujian dan keadaan.


Sebuah ideologi yang amat sangat kita yakini mampu membawa kita sungguh sebagai manusia yang Indonesia. Manusia Indonesia yang berkarakter yang tujuannya bernegara adalah menyelenggarakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dan dalam sejumlah spasi perjalanan bangsa kita ini nantinya, semoga kita masih sama setia dan tetap semangat berteriak lantang, Pancasila kita memang sungguh sakti. Karenanya, tidak saja layak, tetapi menjadi wajib untuk kita peringati setiap tahunnya.

Yah, ideologi Pancasila sebagai dasar penguatan karakter bangsa menuju Indonesia maju dan bahagia. Terakhir, ayo mari kita maju dan jangan lupa bahagia.

MS TAJUDDIN

belajar membaca dan menulis juga pembelajar di kehidupan

Recent Posts

Ketika Air Menghilang, Api Datang, dan Laut Mengganas: Wajah-Wajah Rakyat Kecil di Tengah

API telah padam. Tetapi bagi Usmar, 35 tahun, warga Desa Karombang, Kecamatan Bulo, Polewali Mandar,…

14 jam ago

Balap Motor Taksi di Desa Tumpiling Resmi Dibuka, Polisi Siaga Amankan Jalannya Lomba

POLMAN, TAYANG9 – Personel Polsek Urban Wonomulyo melaksanakan pengamanan pada pembukaan perlombaan balap motor taksi…

1 hari ago

ASN Lapas Kelas IIB Polewali, Muh. Fadhil Taswin Raih Juara Harapan II MTQ KORPRI Nasional 2026

POLMAN, TAYANG9 - Kafilah Sulawesi Barat, Muh. Fadhil Taswin, menorehkan prestasi pada Musabaqah Tilawatil Quran…

1 hari ago

Kapolsek Tinambung Pimpin Pengamanan Pembukaan Turnamen Sepak Bola Piala Ketua DPRD Polman

POLMAN, TAYANG9 – Kapolsek Tinambung AKP Ramli, S.Sos., M.Si. memimpin langsung pengamanan pembukaan Turnamen Sepak…

1 hari ago

Kebakaran Lahan di Desa Beroangin, Damkar dan Satgas Karhutla Terkendala Medan

POLMAN, TAYANG9 - Kebakaran melanda lahan perkebunan kakao milik warga di Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli,…

1 hari ago

Pertama di Luar Sulsel, Browcyl Buka Outlet di Polman, 900 Produk Ludes dalam Hitungan Jam

POLMAN, TAYANG9 – Browcyl resmi membuka outlet pertamanya di luar Sulawesi Selatan yang berlokasi di…

2 hari ago