Categories: BERITASTRAIGHT NEWS

Diduga Karena Ulah Mafia Proyek Lelang Renovasi Sekolah Dibatalkan, Kantor Gubernur Sulbar “Diserbu” Massa

Mamuju – Tayang9 – Puluhan massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemerhati Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, menggelar aksi unjuk rasa di Depan Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Jum’at, 06/09/19.

Aksi unjuk rasa tersebut digelar, sebagai bentuk kekecewaan terhadap pihak balai prasarana dan pemukiman wilayah kementrian PUPR Provinsi Sulawesi Barat, yang diduga membatalkan seluruh hasil lelang balai pelaksana pemilihan jasa rekonstruksi (BP2JK).

Koordinator aksi Muhammad Naim Samad dalam orasinya mengatakan, bahwa pihaknya menduga karena adanya tarik ulur kepentingan dalam proses lelang, sehingga menyebabkan pembatalan seluruh kegiatan renovasi untuk Sekolah Dasar (SD) di daerah tertinggal.

“Kami menduga ada mafia proyek yang bermain, dan ini tentu sangat merugikan masyarakat provinsi Sulawesi Barat, mengingat banyaknya sekolah yang masih memprihatinkan di desa-desa terpencil yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah,”kata Naim.

Selain itu ia juga menjelaskan, jika pemerintah pusat melalui Kementrian PUPR telah menggelontorkan anggaran untuk program renovasi sekolah dengan nilai besar, yakni sebesar Rp. 127.768.155.000.00, kemudian dibagi menjadi 5 kegiatan rehabilitasi dan renovasi sekolah di enam kabupaten se-Sulawesi Barat.

“Bagaimana kita mau meningkatkan mutu pendidikan kita, jika program untuk pendidikan dihambat oleh orang-orang yang tidak ingin melihat Sulbar maju. Olehnya itu kami meminta pihak Balai yang informasinya kami terima tidak berada ditempat hari ini, untuk memberikan penjelasan kepada kami paling lambat hari Senin depan,”tutupnya.

Untuk diketahui, Aliansi Masyarakat Pemerhati Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat, dalam aksinya menyampaikan 4 poin tuntutan, diantaranya mendesak kepala Balai BPPWK Sulbar untuk segera menjalankan program renovasi sarana dan prasarana sekolah sesuai amanah presiden, Mendesak kepada presiden melalui kementrian PUPR untuk segera mengevaluasi kinerja kepala Balai BPPWK Sulbar, serta mendesak Polda Sulbar, Kejaksaan Negeri Mamuju, Kejati Sulselbar, dan KPK, untuk membentuk tim penyelidikan tentang pembatalan program renovasi sekolah di Sulbar.(Mursyid/FM)

MASDAR KAPPAL

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Recent Posts

Kembangkan Bakat Seni Anak, Badara School Buka Kelas Mewarnai dan Menggambar

POLMAN, TAYANG9 – Yayasan Badara melalui Badara School menghadirkan Kelas Mewarnai dan Menggambar sebagai salah…

1 hari ago

Perpusip Sulawesi Barat Terima Karya Penulis Lokal, Perkuat Gerakan Sulbar Mandarras

MAMUJU, TAYANG9 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Perpusip) Provinsi Sulawesi Barat menerima karya tulis berjudul…

2 hari ago

5 Hektare Kebun Sawit Terbakar di Polman, Satgas Karhutla Bergerak Cepat

POLMAN, TAYANG9 - Kebakaran lahan kembali terjadi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Sekitar…

3 hari ago

Pemdes Dilarang Legalkan Lahan dalam Kawasan Hutan, Jadi Kesepakatan Rakor di Karossa

MATENG, Tayang9.com – Pemerintah Kecamatan Karossa menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait permasalahan kawasan hutan dan…

3 hari ago

Ketua DWP Mamuju Tengah Kukuhkan Pengurus DWP Tingkat OPD, Tekankan Peran Strategis Istri ASN

MATENG, Tayang9.com – Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mamuju Tengah, Ny. Radia Setya Bero,…

3 hari ago

Kemarau Ekstrem, Babinsa Kodim Polman Gencar Sosialisasi Cegah Karhutla

POLMAN, TAYANG9 - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat,…

3 hari ago