Bupati Majene, Andi Ahmad Syukri
JAKARTA,TAYANG9 – Bupati Kabupaten Majene, Andi Ahmad Syukri melakukan penandatanganan nota kesepakatan atau memorandum of understanding (MoU) berrsama dengan Direktorat Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbud Ristek RI) pada Jum’at (03/03)
Penandatangan nota kesepakatan tersebut berlangsung di Gedung E Lantai 4 Kemendikbud Ristek RI di Jakarta, berisi tentang sinergi pelaksanaan pemanfaatan Kompleks Makam Raja-raja Hadat Banggae yang dirangkaikan Audience tentang pengembangan kebudayaan kabupaten Majene.
Dari Pemerintah Kabupaten Majene, nota kesepakatan ini ditandatangani langsung Bupati Andi Ahmad Syukri, sedangkan dari pihak Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Ristek RI ditandatangani oleh Hilmar Farid.
Pada kesempatan itu, Bupati Majene dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada bapak Dirjen Kebudayaan Dr. Hilmar Farid beserta seluruh jajarannya yang telah menerima rombongan dari pemerintah Kabupaten majene.
“Terima Kasih atas sambutan Pak Dirjen dan ini merupakan wujud komitmen kepedulian Dirjen kebudayaan terhadap pemanfaatan situs sejarah sebagai Destinasi Pariwisata di daerah”, ungkapnya.
Bupati Majene juga menjelaskan jika kehadiran Pemerintah kabupaten Majene di Kemenristekdikti RI merupakan bentuk upaya mensinergikan dan memadukan perkembangan situs sejarah warisan kebudayaan yang saling dan bermanfaat bagi kedua belah pihak.
“Dengan penandatanganan MoU ini, kami menitip harapan agar kita semua mengambil peran dalam pengelolaan Objek Wisata Religi kawasan Makam Raja-raja Hadat Banggae secara terpadu dan kita berharap dengan adanya MoU ini, Upaya pelestarian situs-situs bersejarah di Tanah Mandar khususnya di majene dapat terus terlestarikan sebagai Upaya memajukan kebudayaan di wilayah Kabupaten Majene”, Ungkap Andi Ahmad Syukri.
Ditambahkan jika oleh Bupati Majene, bahwa Selain Objek situs sejarah Kompleks makam Raja-raja, kabupaten Majene juga memiliki bangunan Cagar budaya yaitu Museum Mandar Majene yang merupakan peninggalan Sejarah Eks-rumah sakit belanda (boyang tomonge’).
“Kami telah menyodorkan Proposal Revitalisasi Museum Mandar Majene, dengan harapan di Tahun Anggaran 2024 dapat dianggarkan melalui APBN.” terangnya. (rls/**)
Makassar, Tayang9 — Kemenag terus mempercepat transformasi digital di bidang kepegawaian melalui persiapan implementasi interkoneksi…
POLMAN, TAYANG9 – Gemuruh ruh musik etnik kembali menggema di halaman Taman Budaya dan Museum…
POLMAN, TAYANG9 — Provinsi Sulawesi Barat bersiap menjadi panggung pergelaran seni budaya akbar melalui perhelatan…
POLMAN, TAYANG9 – Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) resmi membuka Unasman Mart melalui acara grand…
PIALA Dunia FIFA 2026 merupakan perhelatan sepak bola terbesar di dunia yang untuk pertama kalinya…
MAMUJU, Tayang9.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat menerima kunjungan edukasi dari…