Sunday , May 26 2019
Home / GAGASAN / TUGAS HARIAN

TUGAS HARIAN

Aku berangkat menuju rumah mu
Berpagar ego, berumput kesepian
Ku ketuk berlahan agar pintu mu tak retak
Tak ada jawaban
Ku ketuk lagi, sedikit lebam dan berdarah
Pintu mu rusak, mampus aku

Kau mendongak dari jendela
Mata sayu, pipi tirus, bibir menghitam
Sedikit menggambarkan kesakitan

Kau persilahkan aku masuk
Aku ragu, tapi kaki sudah melangkah mendahului akal

Takjub
Rumah mu tertata dengan apik
Kerinduan dibalik gorden duduk dengan tenang
Ketabahan yang bertenger dilangit bersimpuh dengan khidmat
Keikhlasan diatas meja bersanding dengan keberanian
Juga rak cerita imaji mu, menarik untuk dibaca

Lama kita berbincang
Secangkir kafein beserta nikotin menemani
Tak lelah kita mengobral isu politik
Tak jeda kita tertawa berbalut kasih
Tak diam kita berdansa dengan euforia

Aku pamit pulang
Tak lupa menyampai kan salam darinya
Tujuan utama aku bertandang ke rumah mu

About NIKEN BORORESMI

Penulis yang dikenal blak-blakan ini kini aktif sebagai redaktur disalah satu koran harian yang terbit di Sulbar. Selain berprinsip menulis dan membaca adalah suatu kewajiban dirinya juga kini kini bersetia hidup sebagai perempuan yang merindu

Check Also

Hadir Bukan Sekedar Memenuhi Quota Perwakilan Perempuan

Lihatlah kami yang sedang berjuang, bukan karena hamparan kemewahan menanti, bukan karena air kemudahan mengalir. …

Pemilu Adalah Momentum Pestanya Rakyat

PEMILU serentak yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 april 2019 mendatang, Janganlah dimaknai sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]