Bersama urang tamba’, Kaco tamba’i dalam perjalanan menuju umanna. Dan peta niat buka siang hari sudah ada di kepalanya. Mulai dari mambu’bi dan mattunu lameayu juga mandundu uwai urang. Namun Kaco ingat pesan annangguru, bahwa hujan adalah dzikir alam dan momentum turunnya malaikat ke bumi. Tiba di kebun, bukan buka, tapi tangis Kaco malah ikut tumpah, menyatu dengan uwai urang. Kaco sundi’dir diserang tamba’i, namun getar dizikir juga menyerang bergemuruh jauh lebih dahsyat dalam dadanya. Kaco lene-lene dan uwa-uwang.
POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan pemetaan partisipatif tenurial…
POLMAN, Tayang9 – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar membagikan masker kepada pengguna jalan…
POLMAN, Tayang9 – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan dalam…
POLMAN, Tayang9 – Polres Polewali Mandar (Polman) bersama Polsek Tinambung lakukan pengamanan kegiatan Maulid Nabi Muhammad…
POLMAN, Tayang9 – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima unit mobil terjadi di Jalan Poros…
MAMUJU, Tayang9 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) menghadirkan layanan Perpustakaan…