Categories: GAGASANOPINI

Meluruskan Stigma Teori

“Ah teori ji“. Kata-kata ini saya temukan di kolom komentar status seorang pakar yang menjelaskan hasil riset ilmiahnya di Facebook. Bukan satu kali saya temukan kasus semacam ini, tapi banyak kali.

Mereka kira teori itu sekedar teori ji. Mereka seperti menganggap teori hanya penjelasan-penjelasan yang jauh sekali dari kenyataan atau bahkan dianggap terlalu mengawang-awang. Nah benarkah demikian?

Begini, teori itu disusun berdasarkan fakta. Artinya, Teori itu susunan narasi dari deretan fakta ilmiah yang ada. Misal, anda menjelaskan ciri fisik teman anda, andapun menjelaskan kalau dia punya ciri fisik seperti mata sipit, hidung mancung, rambut hitam, putih, dan lain-lain.

Deskripsi anda tentang teman anda adalah refleksi dari kenyataan (Keadaan fisik teman anda), Artinya deskripsi anda bukan dugaan semata. Jadi, seperti itulah gambaran sederhana tentang teori. Teori adalah penggambaran kenyataan yang bentuknya berupa cerita. Tapi jangan juga bilang, “wah ini salah, mosok Gufran samakan teori dengan deskripsi, yah bedalah”. Iya saya tau beda, tapi saya pake analogi ini biar logikanya dapat.

Selanjutnya, bagaimana cara membuat teori ?

Dalam sains, teori diawali dengan mengamati fakta di sekeliling kita. Misalnya, kita menyaksikan fenomena matahari bergerak dari timur ke barat. lalu dibuat dugaan sementara atau hipotesis bahwa fenomena ini terjadi karena “Matahari Mengelilingi Bumi”.

Nah, setelah itu, dilakukanlah pengujian terhadap hipotesis tadi dengan melakukan riset ilmiah yang panjang. Dan ternyata, ditemukan fakta bahwa bergeraknya matahari dari timur ke barat terjadi karena Bumi kita berotasi, bukan karena matahari yang mengelilingi bumi. Artinya, hipotesis tadi gugur.

Contoh lain, dulu orang menduga bahwa bumi itu datar, karena penampakan bumi memang datar, tidak melengkung. nah, dugaan ini diuji yang berujung pada kesimpulan bahwa ternyata bumi itu bulat. Karena saat terjadi gerhana bulan, bayangan bumi yang jatuh di bulan itu berbentuk bulat, bukan datar.

Ingat, hipotesis dan teori adalah dua yang sama sekali berbeda.

lalu, jika ada fakta baru yang tak sesuai teori yang ada gimana? Maka teori itu dimodif kalau memungkinkan diganti. misalnya teori atom dalton yang direvisi karena Thomson menemukan fakta baru bahwa atom itu memiliki elektron. lalu lahirlah teori atom Thomson. kemudian Teori atom Thomson direvisi lagi karena temuan proton pada inti atom oleh Rutherford, murid Thomson sendiri. Begitu pun seterusnya.

Bagaimana cara membantah Teori?

Membantah teori haruslah dengan penjelasan berbasis riset ilmiah. Misalnya teori Newton banyak dibantah oleh Einstein. Tapi apakah teori yang dibantah itu serta merta disingkirkan ? tidak juga. dalam kehidupan sehari hari teori-teori Newton tetap berguna secara praktis.

Akhir kata, saya hanya ingin meluruskan mispersepsi tentang teori.

MUHAMMAD GUFRAN

Sarjana biasa-biasa yang kebetulan hobi menulis.

Recent Posts

Bhabinkamtibmas Bersama TNI, Pemerintah dan Masyarakat Gotong Royong Tangani Abrasi Pantai di Desa Tammangalle

POLMAN, Tayang9 – Bhabinkamtibmas Desa Tammangalle, Polsek Tinambung, Polres Polewali Mandar, Brigpol Patahuddin, bersama TNI, pemerintah…

7 jam ago

Kunjungi Kodim 1402/Polman, Kasdam XXIII/Palaka Wira Tekankan Disiplin dan Integritas Prajurit

POLMAN, Tayang9 – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, S.I.P., memberikan pengarahan…

8 jam ago

Annangguru Tidak Mati, tapi Hidup di Hati Kita

"Aku memang menangisi kepergianmu Annangguru, tapi aku lebih menangisi diriku yang tak bersungguh-sungguh menimba ilmu…

23 jam ago

100 Siswa SMKN 1 Rangas Jadi Sampel Survei Kegemaran Membaca, Perpusip Sulbar dan Mamuju Turun Langsung

MAMUJU, Tayang9 – Upaya meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Survei Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) terus dilakukan di…

1 hari ago

Selamat Jalan, Annangguru Syibli: Ketika Jasad Berpulang, Cahaya Makrifat Tetap Menyala

KABAR duka menyelimuti Sulawesi Barat. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. KH. Muhammad Syibli Sahabuddin, atau…

2 hari ago

In Memoriam Kiai Syibli Sahabuddin: Kiai Yang Komunikatif

SULAWESI Barat kembali kehilangan salah seorang putra terbaiknya. Kiai Syibli Sahabuddin, atau yang akrab disapa…

2 hari ago