Selasa , April 7 2020
Home / BERITA / Lengkapi JDIH, Bawaslu Polman Serahkan Dokumen ke Bawaslu Sulbar
Suaib pimpinan dan Kordiv penyelesaian sengketa Bawaslu Polewali Mandar saat berdiskusi dengan Usman Sanjaya pimpinan dan kordiv SDM, organisasi data dan Informasi Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat di ruang Kerja Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat.

Lengkapi JDIH, Bawaslu Polman Serahkan Dokumen ke Bawaslu Sulbar

MAMUJU, TAYANG9 – Menyusul terintegrasikannya Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) Bawaslu dengan JDIH Nasional awal februari lalu, Bawaslu Kabupaten Polewali Mandar tidak tinggal diam. Terbukti pemetaan dan penghimpunan dokumen segera dilakukan. Begitu selesai, kemarin, Senin 16 Maret 2020, secara khusus dua pimpinan Bawaslu Polman bersegera melakukan penyerahan dokumen dan berkoordinasi dengan pihak Bawaslu Provinsi Sulawesi Barat terkait JDIH Bawaslu.



Penyerahan dan konsultasi terkait dokumen JDIH itu dilakukan oleh, Suaib anggota sekaligus koordinator divisi (Kordiv) penyelesaian sengketa Bawaslu Polewali Mandar bersama Usman anggota sekaligus Kordiv hukum humas hubal Bawaslu Polman.

Dikatakan Suaib, kedatangan kedua pimpinan Bawaslu Polman ke Bawaslu Sulbar yang ada di Mamuju itu dilakukan menyusul rampungnya pemetaan dan penghimpunan dokumen yang dilakukan oleh pihaknya di Bawaslu Polman.

“Kami kesini di Mamuju membawa data sebagaimana yang diminta Bawaslu Sulbar. Data yang kami masukkan berupa dokumen putusan pengadilan negri, pengadilan tinggi, PTUN, pelanggan administrasi dan pelanggaran penyelesaian sengketa pada pemilu lalu. Untuk selanjutnya akan dimasukkan ke dalam JDIH Bawaslu, sebagai bahagian dari literasi publik mengenai kepemiluan dan pilkada ke depan,” urai Suaib.

Senada dengan itu, Usman yang juga hadir pada acara penyerahan data untuk JDIH Bawaslu itu mengatakan, selain acara penyerahan data berupa dokumen-dokumen itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan kordiv terkait.

“Selain kami menyerahkan data untuk JDIH itu, kami juga melakukan koordinasi dengan kordiv yang terkait dengan kerja-kerja kami di Bawaslu kabupaten, dan kami mendapatkan banyak masukan serta strategi kerja yang akan kami lakukan dalam kaitannya dengan topoksi kami,” beber Usman.



Dalam penyerahan data itu, baik Suaib maupun Usman sama menyerahkannya ke staf divisi hukum yang ada di Bawaslu Sulbar untuk selanjutnya akan diiventarisir dan dimasukkan ke dalam JDIH sebagai dokumen milik Bawaslu.

Patut dicatat, JDIH Bawaslu berfungsi sebagai penertib administrasi yang bisa memudahkan pihak di luar Bawaslu untuk mengakses data. Menariknya, JDIH Bawaslu memiliki sejumlah keunggulan, salah satunya adalah, memiliki fitur pencarian produk hukum dan dokumentasi yang mudah dan cepat. Serta memiliki tampilan responsif yang nyaman digunakan dengan berbagai perangkat. Baik perangkat komputer atau telepon seluler. [**]

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

DPD II Golkar Polman Sepakat Tak Beri Dukungan Kepada Kandidat di Musda, Begini Alasannya,

POLMAN, TAYANG9 – Pemilihan Ketua Umum Partai Golkar Provinsi Sulwesi Barat yang sedianya akan digelar …

Akibat Langka dan Mahal, Pemuda Galeso Buat Antiseptik Ramah Lingkungan

Polman, Tayang9 – Kelangkaan antiseptik saat ini membuat sekelompok pemuda di Desa galeso Kecamatan Wonomulyo, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]