Categories: BERITA

KPID Sulbar: Tahun Politik, Lembaga Penyiaran Harus Netral

Ketua KPID Sulbar Andi Rannu

Tayang9.com, MAMUJU – Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Sulawesi Barat Andi Rannu kembali menghimbau lembaga penyiaran radio dan televisi di wilayah Sulawesi Barat senantiasa mengedepankan netralitas dalam penyiaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 yang tahapannya sedang berjalan ini. Termasuk menghadapi pemilu legislatif dan pilpres mendatang.

Menurutnya, himbauan tersebut perlu terus dilakukan mengingat ranah penyiaran merupakan ruang yang memang banyak digunakan terkait kepentingan dalam pelaksanaan pilkada sebagaimana pengalaman yang ada. Termasuk sejak beberapa waktu belakangan dimana siaran-siaran politik telah marak di lembaga penyiaran.

“Pemanfaatan media penyiaran ini, baik itu melalui siaran radio maupun televisi, termasuk siaran di televisi kabel yang memang banyak di wilayah kita ini, dalam kaitan dengan tahapan hingga pelaksanaan pilkada nantinya, adalah hal yang pasti dan telah terjadi seperti di waktu-waktu lalu. Apalagi, ranah penyiaran ini adalah medium yang dianggap paling efektif pula untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Tentu saja, bagi parpol dan kandidat, ini sangat disadari, dan karena itu banyak digunakan,” kata Ketua KPID Sulbar Andi Rannu, Minggu (14/01/2018).

Selain digunakan oleh pasangan calon dalam upaya sosialisasinya, jelas Andi Rannu, penggunaan medium penyiaran ini juga penting bagi sosialisasi dan penyebaran informasi terkait seluruh tahapan hingga pelaksanaan pilkada oleh penyelenggara kepada masyarakat untuk menjamin kesuksesan pelaksanaannya dan peningkatan partisipasi masyarakat di dalamnya.

Seperti terlihat selama ini, siaran politik mulai banyak terlihat. Untuk itu, Andi meminta media penyiaran tetap dapat memposisikan dirinya netral untuk kepentingan masyarakat.
“Dan tidak hanya di Pilkada 2018 ini, tetapi juga di pemilu legislatif dan Pemilu Presiden 2019 nanti. Momentum ini tentu saja tantangan bagi lembaga penyiaran kita untuk senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip netralitas, independensi, proporsional, adil dan seimbang dalam penyiarannya,” katanya.

Ia berharap, dalam pelaksanaan dua pemilihan bupati di wilayah Sulawesi Barat yang segera dilaksanakan di tahun ini, lembaga penyiaran di wilayah ini dapat berperan lebih baik dengan terus mengedepankan profesionalisme dan ketaatan pada aturan dan ketentuan yang ada. (*)

N O'BE

Anak pelaut yang ingin menulis dan membaca di daratan.

Recent Posts

Pemetaan Tenurial, Upaya Pemenuhan Hak Nelayan Tradisional

POLMAN, TAYANG9 – Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kabupaten Polewali Mandar melaksanakan pemetaan partisipatif tenurial…

1 hari ago

Peduli Dampak Kabut Asap, Sat Lantas Polres Polman Bagikan Masker kepada Pengguna Jalan

POLMAN, Tayang9 – Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Polewali Mandar membagikan masker kepada pengguna jalan…

1 hari ago

Bupati Polman Dorong Guru Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi dalam Pembelajaran

POLMAN, Tayang9 – Bupati Polewali Mandar, H. Samsul Mahmud, mendorong para guru untuk meningkatkan kemampuan dalam…

2 hari ago

Maulid Nabi dan Haul Syekh KH. Muhammad Shaleh di Pambusuang Berlangsung Kondusif

POLMAN, Tayang9 – Polres Polewali Mandar (Polman) bersama Polsek Tinambung lakukan pengamanan kegiatan Maulid Nabi Muhammad…

2 hari ago

Tabrakan Beruntun Libatkan Lima Mobil di Wonomulyo Polman, Tiga Orang Luka-luka

POLMAN, Tayang9 – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan lima unit mobil terjadi di Jalan Poros…

2 hari ago

Perpusip Sulbar Hadirkan Perpustakaan Keliling di Tapak Budaya: Teras Literasi dan Pameran Sekomandi

MAMUJU, Tayang9 – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Sulawesi Barat (Perpusip Sulbar) menghadirkan layanan Perpustakaan…

2 hari ago