BERITASTRAIGHT NEWS

KPA Kalpataru Sulbar, Tanam Mangrove di Pantai Silopo

POLMAN, TAYANG9 – Sebagai rangkaian dari peringatan hari bumi tanggl 22 April lalu, Kelompok Pencinta Alam (KPA) Kalpataru Sulawesi Barat melakukan penanaman mangrove di Pantai Silopo Binuang, Selasa 27 April 2021.

Menariknya, penanaman mangrove oleh KPA Kalpataru Sulbar kali ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya setelah sebelumnya juga dilakukan hal yang sama di sekitar Pantai Silopo dengan melibatkan sejumlah pihak.

Mulai dari Komunitas Peduli Lingkungan, Mapala, KPA, Penggiat Literasi, Pegiat Sosial, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Polman, Polsek Binuang, TNI, Siswa SMK, Pengelolah Wisata, dan Pemerintah Setempat.

Kepala Bidang Pengolahan DAS dan Perhutanan Sosial, Nenny Tandirapak yang ditemui dilokasi penanangam mengrove itu kepada media online ini mengaku, mengapresiasi baik kegiatan yang merupakan bentuk kepedulian dan kecintaan kepada lingkungan itu.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebagai wujud kepedulian dan kecintaan terhadap lingkungan”, tutur Nenny Tandirapak.

Ketua panitia kegiatan, Awaluddin mengaku berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih atas apresiasi yang telah diberikan kepada kegiatan kami ini, utamanya utamanya instansi yang merupakan leading sektor kegiatan kami ini dan semua pihak yang telah ikut terlibat. Terkhusus kepada BP DAS Lariang Mamasa dan MLC Baluno yang telah mensupport pembibitan kepada kami”, ujar Awaluddin.

Lebih jauh dikatakan Awaluddin, tujuan kegiatan yang juga dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama semua peserta kegiatan itu, adalah sebagai bentuk upaya pelestarian alam.

“Tujuan kegiatan ini untuk melesatarikan alam dan mengembalikan budaya nenek moyang kita yang selalu dan peduli terhadap Alam”, bebernya pada kegiatan yang direncanakan menanam sebanyak 10 ribu bibit mangrove.

BASRI DIMO

Selain aktif menulis, anggota muda kelompok pecinta alam Kalpataru Sulbar yang alumnus Fisip Unasman ini juga gandrung pada kesusasteraan dan soal-soal kemanusiaan

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button