Thursday , January 23 2020
Home / GAGASAN / Karena PERCAYA

Karena PERCAYA

BIASANYA jika tiba hari Jumat, saya kadang agak malas untuk kemana-mana. Entah itu karena kebiasaan atau apalah namanya, karena khawatir akan terlupa atau tertinggal untuk Jumatan dihari itu. Jika tak ada kerjaan (pengangguran sok sibuk…!!) atau hal yang penting, paling saya hanya di rumah saja.

Jumatan kemarin, saya di lokasi Masjid berbeda. Disalah satu kompleks perumahan seorang teman. Bukan diundang ceramah sih.., tapi undanga dari salah seorang rekan pemilik Media yang ingin share tentang pengelolaan media yang baik. Padahal saya ini hanya pembual saja, bukan ahli dibidang itu dan belum ada apa-apanya. Tapi biarlah, saya anggap itu sebagai panggilan untuk test bakat terpendam saya, sebagai vokalis “bathroom Band”

Ohhh iya, kembali ke Jumatan kemarin, dihadapan jamaah, seperti biasa panitia masjid membaca laporan keuangan dan sisa saldo hasil sumbangan dari hamba Allah yang budiman. Lalu diakhir, mengumumkan nama khatib yang akan membawa Khotbah Jumat dihari itu.

Agak sayup terdengar suara dari panitia Masjid, mungkin karena mic masjid yang lagi troble, ataukah indera pendengar saya yang kurang malas menangkap suaranya. Sedikit agak kaget sebenarnya, ketika nama khatib disebut. Jika tidak salah atau memang mungkin saya yang salah mendengarkan, seperti menyebutkan nama saya.

“yang akan membawakan khutbah Jumat hari ini adalah bapak Al Uztad Sulham..!!, Lupa apa titelnya. Saya merasa diserang tiba-tiba. Seperti disuruh nyanyi dihadapan acara kawinan sang mantan. Ya sallaamm.

Saya langsung balik fokus, ahhh.. ngak mungkinlah saya yang akan bawa khutbah jumat. Apalah saya ini, satu dari sekian jenis manusia yang masih butuh banyak ceramah dan pencerahan luar dalam.

Dan memang benar bukan saya, seorang Uztad muda nan berwajah cerah yang mungkin memang mirip dengan nama saya.

Saya membatin, biarlah dulu nama saja yang mirip, akhlak baiknya semoga juga nyusul.

**************

Ada yang menarik dari khutbah sang Khatib muda itu, walau singkat, tapi cukup berbekas diingatan saya sebagai jamaah. Dalam khutbahnya Sang Khatib mengisahkan tentang sebuah riwayat dizaman Rasulullah. Dalam kisah itu, disebutkan jika ada seorang pemuda yang sedang berdiri di depan sebuah pintu, lalu Nabi melewatinya bersama dengan para sahabat. Kemudian berkatalah Rasulullah kepada para sahabat, pemuda yang berdiri itu nasibnya nanti diakhirat akan dimasukkan kedalaman api neraka.

Ucapan sang Nabi tentu adalah sebuah kebenaran dan sahabat saat itu tentu akan percaya jika ucapan itu adalah kepastian bukan sebuah lelucon atau kebohongan.

Dan ucapan Rasulullah pun ternyata terdengar oleh pemuda yang di maksud. Lantas sipemuda tadi pun merasa bahwa apa yang dikatakan Rasulullah itu adalah memang benar dan pasti akan terjadi. Sebab Dia tahu dan sangat percaya bahwa ucapan Rasulullah adalah kebenaran dan tak pernah ingkar.

Maka setelah mendengarkan ucapan Rasulullah tadi, si pemuda lalu mengangkat tangannya ke arah langit kemudian meminta kepada Allah dalam Doanya.

“Ya Tuhanku, aku percaya apa yang dikatakan oleh Muhammad, RasulMu. jika benar nasibku adalah masuk kedalam neraka-Mu, maka jadikanlah aku sebagian tumbal untuk menggantikan seluruh ummat Muhammad yang ada dalam neraka. Biakanlah aku saja yang akan menjadi bara api dalam neraka-Mu”.
(… kurang lebih begitu narasinya, jika salah mohon maaf….!!!)

Setelah pemuda tadi berdoa, dikisahkan Sang Rabb pun mendengarkan doanya. Lalu saat kedua tangannya dia turunkan selepas berdoa, bersamaan itu pula Sang Rabb memerintahkan Malaikat Jibril untuk turun ke bumi menyampaikan sebuah berita gembira kepada Rasulullah tentang pemuda tadi.

Maka dengan cepat malaikat Jibril langsung menemui Rasulullah. Disampaikanlah berita gembira itu. Lalu Malaikat Jibril pun berkata,

“Ya Rasulullah kekasih Allah, Aku datang menemuimu untuk menyampaikan sebuah berita gembira kepadamu, tentang pemuda yang kau katakan masuk ke neraka. Allah telah mengampuninya dan dia termasuk golongan penghuni surga”

Rasulullah pun bertanya, apa yang telah dilakukan oleh pemuda itu, sehingga Allah mengampuninya. Lalu Jibril pun berkata lagi,

“Allah telah mengampuninya, sebab pemuda itu PERCAYA terhadap segala ucapan dan perkataanmu sebagai Rasul-Nya”

Wallahu a’lam bishawab…

About SULHAN SAMMUANE

Selain Menulis dirinya juga dikenal aktif sebagai pemerhati pendidikan anak usia dini

Check Also

“Ada” Gusdur di Jalan Pemuda

Oleh : Muh.Wahyu Hidayat Akhir-akhir ini, di penghujung tahun terjadi akan sebuah fenomena tsunami informasi, …

Rindu Orde Baru di Era Milenial

DEMOKRASI subtansinya dari rakyat untuk Rakyat, rakyat memilih pemimpinnya secara lansung dan juga memilih wakilnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]