MEMANDANG Indonesia dari balik pepattoang pada pagi Sabtu yang dingin dan mendung. Tak ada aroma tanah selain aroma angin yang menelisik melewati kaca nako.
Kaco menyeruput kopi yang sisa satu kali tegukan, televisi masih cerewet menayangkan berita dan sesekali terdengar film kartun dan ceramah da’i menjelaskan tentang surga dan neraka.
Bermodalkan pekaer agie Cicci membersihkan pappelembangan yang buntu oleh sampah yang diantar hujan malam tadi.
Kendati tampak normal dalam aktivitasnya, namun dada Kaco dan Cicci bergemuruh ketakutan akut yang menghantui. Tentang Indonesia yang sarat bencana dan kegalauan soal vaksin dan temuan kotak hitam yang berwarna orange.
Tak berselang lama, di dalam kamar gamacca rumahnya, keduanya lalu tampak sama bersimpuh usai solat sunnat dhuha dua rakaat, dilayarkannya doanya yang memuat harapan, agar banuanna dan semua pa’banua tetap dalam lindungan dan keberkahan juga kebaikan Tuhan. [mst]
POLMAN, TAYANG9 - Melalui pembekalan dan pelepasan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Multimatik Program Unasman…
SUMARORONG, TAYANG9 - SMK Negeri 1 Sumarorong Kabupaten Mamasa, melaksanakan kegiatan Perayaan Natal yang diikuti…
SUMARORONG, TAYANG9 — SMKN 1 Sumarorong menggelar rapat Persiapan Proses Belajar Mengajar (PBM) semester genap…
POLMAN, TAYANG9 – Dalam rangka melakukan pembenahan dan mengevaluasi kinerja internal jajaran Pengawas Pemilu, Badan…
PENGELOLAAN kebudayaan di Sulawesi Barat selama ini cenderung berhenti pada level simbolik. Festival, seremonial, pendataan…
POLMAN, Tayang9 — Pentas Seni Kreatif II 2025 yang diselenggarakan oleh Ladang Tari Labada sukses…