Rabu , Oktober 21 2020
Home / ADVETORIAL / DPRD Majene Undang Dinkes Bahas Polemik Biaya Rapid Test
Ilustrasi (net)

DPRD Majene Undang Dinkes Bahas Polemik Biaya Rapid Test

MAJENE, Tayang9 – Menyikapi surat edaran oleh Dinas Kesehatan tentang biaya Rapid Daignostic Test (RDT) sebesar Rp350.000, sebagai upaya penanganan dan pencegahan Covid 19 di wilayah Kabupaten Majene menuai pertanyaan.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Majene pada hari ini Rabu (3/6), secara khusus mengundang beberapa pihak yang terkait termasuk Dinas Kesehatan, pihak Rumah Sakit, 12 Puskesmas di wilayah Kabupaten Majene, Asisten Sekretariat serta bagian keuangan daerah Kabupaten Majene dalam rangka untuk membahasnya polemik itu.

Undangan itu disampaikan oleh Adi Akhsan, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Majene pada Selasa (2/6) kemarin di gedung DPRD Majene, pada akhir rapat dengar pendapat dengan Pemerintah Daerah Majene. Menurutnya, undangan tersebut untuk membahas dan mempertanyakan tentang biaya Rapid test senilai Rp350. 000, berdasarkan Surat Edaran yang telah disampaikan.

“Beberapa waktu lalu telah saya komunikasikan dengan dokter di Rumah Sakit swasta Awalbros Makassar, biaya untuk melakukan RDT di sana itu hanya sebesar Rp.299. 000. Itu sudah rapid tes bagus. Sementara disini (Majene red.) Rp. 350. 000 dan itu masih dipertanyakan apakah bagus atau tidak”, Ungkap legislator dari Partai Golkar itu.

Ia menambahka bahwa rapid test yang akan dilakukan nantinya, itu bagi orang yang akan masuk ke wilayah Kabupaten Majene.

“Banyak juga warga kita yang keluar ke daerah lain, seperti yang bekerja atau mengambil sekolah di luar daerah. Mereka sebelum masuk ke wilayah baru harus di rapid test. Tentu biaya ini akan menjadi sebuah dilema, apakah mereka mampu ?, karena untuk ongkos saja mereka cukup kewalahan,” jelasnya. Adi Akhsan. (**)

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Email: sureltayang9@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

Legislator Majene Bagi Ribuan Masker

MAJENE, Tayang9 – Sebagai betuk kepedulian terhadap dampak covid 19, banyak cara yang diakukan beberapa …

Hadiri Pemakaman Mantan Wakil Ketua DPRD Majene, RDP Ditunda

Majene, Tayang9 – Rapat dengar pendapat (RDP) antara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) Covid …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]