Minggu , Juni 7 2020

KACO meppalingutti manduru’i tumayung ra’bas dio di boco’na. Cicci sejak tengah malam tadi, tampak masih duduk bersimpuh di atas sajadah. Air matanya tumpah membasahi cipo’ yang juga dikenakan di lima kali bulan ramadan yang lampau.

Dalam do’a ia menangis, bukan soal cipo’ panno tambal yang Kaco tak kunjung mampu membelikannya. Tapi ini soal ramadan dalam kegundahan hati. Tak ada ziarah dan tak ada kepulangan tetangganya.

Kali ini ramadan dan korona adalah dua hal yang harus dijalani Kaco dan Cicci sebagai ketetapan kuasa pungallahu ta’ala.

Kaco bangun, Cicci menyeka air matanya, doa ramadan pertama tuntas sudah, sejurus kemudian Cicci berkelebat menuju lapurang dan menit berikutnya keduanya sama duduk di atas latte’ mambaca pa’doangan di depan doayu woyo’ dan bau mara’e. Belum tuntas doanya, adzan subuh berkumandang, keduanya hanya bisa menatap hidangan di atas kappar bermotifkan kembang kuning merah dan biru.

Puasa pertama genap sudah, tanpa sahur dan dengan ketakutan korona. Namun terasa indah dengan doa-doa menuju langit yang melebihi asap bau mara’e sore jelang magrib sebelumnya. [mst]

About EDITOR

Redaksi Koran Online TAYANG9.COM - "Menulis Gagasan, Mencatat Peristiwa" Boyang Nol Pitu Berkat Pesona Polewali Sulbar. Surel: tayangssembilan@gmail.com Gawai: +62 852-5395-5557

Check Also

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang …

PESAN Kaco kepada Cicci yang pelan beranjak dewasa, “anakku jangan mengumbar aurat dan kehebatan serta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KACO Siang itu, Kaco sala pa'dutang, tidak ada yang bisa dilakukan selain mamurrus. Dalam kecepatan 180 perjam, Kaco terpaksa ma'ondongngi appang bassi siola bala beke. Cicci yang menyaksikan itu hanya bisa tertawa terbahak. Belum selesai Cicci tertawa melihat kelakuan Kaco, Cicci juga kemudian mengangkat daster dan lari tunggang langgang. Jingkang dan meloncati petawung anna passukkeang. Cicci pikir Kaco lari karena dikejar anjing gila. Ternyata belakangan Cicci tahu kalau ternyata Kaco mamurrus karena hendak menuju pappelembangan karena nalulang setelah manggasa' kaweni pagi tadi.”.[yat teha]