Sunday , May 26 2019
Home / BERITA / Dua Tahun ABM – Enny : Ketua DPRD : Masih Banyak yang Perlu Dievaluasi
Ketua DPRD Sulbar Amalia Aras. (Foto :FM)

Dua Tahun ABM – Enny : Ketua DPRD : Masih Banyak yang Perlu Dievaluasi

Mamuju – Tayang9 – Menyikapi dua tahun kepemimpinan Alibaal Masdar bersama Enny Angraeni Anwar (ABM – Enny), Ketua DPRD Sulawesi Barat Amalia Fitri Aras angkat bicara.

Menurut Amalia Aras, memasuki masa 2 tahun kepemimpinan ABM – Enny, ia menilai di Provinsi Sulawesi Barat saat ini masih banyak yang perlu di benahi, diantaranya adalah masalah pendidikan dan infrastruktur.

“Menilai buruk dan tidaknya, kita rekomendasi yang tadi sebenarnya sudah terjawab sih sebenarnya,” ucap Amalia Aras,saat dikonfirmasi oleh awak media di Kantor DPRD Sulbar, Senin, 14/05/19.

Selain itu, anggota DPRD dari Partai Demokrat itu juga menambahkan, bahwa salah satu  persoalan mendasar yang juga dihadapi saat ini adalah masalah peningkatan ekonomi, yang seiring dengan meningkatnya angka kemiskinan.

“Harusnya kan, kalau ekonomi membaik seharusnya kemiskinan turun.Ini kan mengikuti,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menuturkan, karena atas dasar tersebut pihaknya menilai, bahwa di tahun kedua pemerintahan ABM-Enny di Provinsi Sulawesi Barat, masih banyak yang harus dievaluasi.

“Masih banyak yang perlu dievaluasi,” pungkasnya.

Putri kandung dari Bupati Kabupaten Mamuju Tengah itu, juga menghimbau agar pemerintahan ABM-Enny yang kini memasuki tahun ke-2, untuk fokus pula pada segi pembangunan infrastruktur,  mengingat masih adanya beberapa jalan diantaranya di Kecamatan Kalumpang, Batuisi, yang telah menjadi kewenangan Pemprov yang ukurannya mencapai kurang lebih 42 KM, tapi yang kerjakan saat ini hanya 2 KM, sehingga saat ini Pemerintah Provinsi masih memiliki PR sepanjang 40 KM di wilayah Kabupaten Mamuju.

“Itu contoh kecil yang ada di Mamuju, bagaimana dengan daerah lain, Ulumanda juga, bagaimana dengan Tobadak 7,  yang ada di Mamuju Tengah, yang tidak selesai – selesai sampai hari ini.? Dan harusnya tahun lalu itu sudah selesai tapi dipindah ke 2018, 2018 pun hari ini 2019 pun hari ini kita belum melihat ada hasil,” tutupnya. (FM)

About MASDAR

lahir dari keluarga petani, dan kini tengah serius menjadi seorang jurnalis dan penulis baik.

Check Also

Tim Putri SMAGA Women FC Polman Berlaga di Liga Ramadan Makassar

TAYANG9-Tim sepakbola putri SMAGA Women FC Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengikuti kompetisi Liga Ramadan, …

Ketua Nasdem Mamasa Pastikan Gugatan AAS Diselesaikan di MK Partai

Mamuju – Tayang9 – Menyikapi adanya pemberitaan, terkait rencana gugatan kubu Calon Anggota DPR-RI Anwar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

KACO baru saja menaiki punggung kuda balibbinna, namun belum sempat ia keluar menuju jalan yang berkerikil depan rumahnya, mendadak ia disuguhi pemandangan segerombol anak-anak putih abu yang berkonvoi memacu sepeda motornya dengan suara knalpot yang memekik mengalahkan ringkik kudanya. Urung melangkahkan kaki kudanya, Kaco lalu berteriak dan bertanya kepada Cicci yang sedang membilas daster kenu’na di samping passauang, “allo apa dite’e di’e Kindo’na”. Cicci menjawab, “allo araba’ sippara hari pendidikan nasional”. Kaco membatin, “Oh, pantas anak-anak sekolah itu merayakannya dengan trek-trekan. Semoga kemajuan pendidikan tidak saja bergerak lamban, namun berlari kencang sekencang sepeda motor trek-trekan anak putih abu itu”.[yat teha]